Monday, June 16, 2014

Seperempat Abad, Si Gay Yang Tak Mau "Berobat"

*Ruben Onsu ambil mic*
*Naik panggung*
Happy Birthday To You
Happy Birthday Happy Birthday
Happy Birthday To You
Horeeee......

Thank you, Mas Ruben... Pelopor gay ngondek yang memutuskan ambil keputusan besar buat icip-icip mekinya perempuan sudah menyanyikan lagu Happy Birthday buat aku. Semoga gak lama lagi cerai daripada hidup dalam kepura-puraan terus. #eeehhh

Eeehhh gak berasa aja umurku udah 25. 
Aku kira masih 21 aja, taunya nambahnya cepet amat kayak bertambahnya berat badanku ini. Yaudahlah diterima aja. Mau gimana lagi. Umur gak bisa di-pause sih. Selalu berjalan layaknya argo BlueBird setelah jebrot ke dunia nana fana ini. 


Menjadi 25, mulanya sih biasa aja.
Menjadi 25, pinginnya sih pecah perjaka. 
Tapi apa daya, yang mau dipecahin sudah hilang entah kemana.
Menjadi 25, mulanya sih biasa aja.
Menjadi 25, pas hari H kok jadi mikir belum punya apa-apa.
Hanya kasih sayang dan cinta.
#preeeettt

Layaknya orang-orang lainnya sih ya, ucapan-ucapan selamat berdatangan layaknya hinaan dan cacian saat Tyra Banks menapaki awal karirnya (apa siiihhh kok ngga nyambung). Beberapa di antara doa yang terhatur, gak sedikit yg bilang nyuruh kawin. Dikiranya aku bakal ngikutin aliran Al-Ruben atau aliran Ayah Rozakiah apa? Hih. Dan yg rada gengges sih yg nyuruh tobat jadi gay.

*rolling eyes*
*rolling eyes*
*rolling eyes*
*rolling in the deep*
*rolling stone*

Aduh gimana ya.... Gay itu jadi diri yang terpatri di sanubari terdalam. Tak kan tergantikan. Tak kan terubahkan. Dan tak ada yg perlu dipertobatkan. Ya seenggaknya itu sih yang ada di pikiranku. Yang perlu dipertobatkan adalah jika melukai hati dan perasaan antar sesama manusia (ceeiiileeehhh broohh). Tapi aku sih ngga ambil hati sih soal doa-doa dan harapan yg suruh bertobat. Berusaha melapangkan dada dan mengambil yg baiknya aja dari ucapan-ucapan itu. Ada yg ngucapin aja udah seneng. Ihiks. 

Ohya, soal kado, aduh lagi-lagi beginilah kalo punya misua yg rada gak kreatif. Kadonya masa' udah dia kasih tau jauh-jauh hari. Percuma mulut berbusa-busa bilangin ke dia "surprise me! Aku suka kejutan! Gemini suka pura-pura terkejut dengan mata berbinar-binar sambil bilang: ih kamu tau aja aku suka iniiiii.... kok kamu tau siiiiiiiih" sambil pasang muka sok diimut-imutin seimut muka Prabowo di poster-poster kampanyenya. Tapi karena ini udah menginjak ke umur dewasa, aku mikir lagi, ya dia mungkin gak seromantis yg ada di otakku, tapi dia romantis dengan caranya sendiri. He doesn't give me what I want, He give me what I need. Tapi kaaaaaakkkkk......

Yang lain, yang mau kasih kado, bilang yaaa.... *pasang gambar kendi* *pertanda prefer dikasih duit aja* *tapi kalo ada yg mau kasih rumah, apartemen, atau mobil juga gpp*










Tuesday, April 22, 2014

Kamu Sudi?

Apakah kamu sudi menjadi sekedar cherry di gelas minuman?
Hanya pelengkap
Hanya pemanis
Tidak melegakan dahaga bagi si peminum
Hanya dimainkan di ujung bibir
Itu pun jika si peminum ingat
Itu pun jika si peminum sadar kamu ada di situ
Jadi pelengkap
Sudi kah kamu?



Ini puisi buat ngelengkapin postingan sebelumnya.

Sunday, April 20, 2014

Maafkan Aku Mencintai Suamimu

~
Maafkan Aku mencintai suamimu 
suamimu…
Namun ku tak ingin menjadi
Penyebab kehancuran 
Antara kau dan dia dan aku
~

Inget gak petikan lirik lagu itu? Kudu inget dong ya. Kalo gak inget, khasanah musiknya perlu ditambah lagi deh! 40 SKS! Bareng Mbak Bertha! Tapi kalo gak banyak yang inget ya dimaklumi sih penyanyinya kurang spekta emang jualannya di negeri ini. Itu lagunya Rebecca yang ngarannya Maafkan aku (Mencintai Kekasihmu); dan tentu aja sedikit liriknya diubah oleh penulis. Aaahh gak perlu dipuji gitu ah soal kekreatifitasanku. Bye! Masih ngga inget siapa Rebecca? Yoloooo itu lho jeung, yang belum lama ini katanya diperiksa KPK soal (dugaan) adanya aliran dana dari si Wawan, adeknya Ratu Atut. Yang langganan Esquire pasti pernah liat deh si Rebecca ini berseksi-seksi ria mejeng di dalemnya. Pereu' asal Belanda ini juga dulu sempet digosipin anu anuan sama si Abi Yapto -mantannya Dian Sastro-. 

Eh ini blog gay kok malah bahas gosip artis..... Lanjut ah.

Balik lagi ya ke topik aslinya "Mencintai Suami Orang".

Suatu senja di u-fuck timur, seorang teman update status di bbm-nya. Isinya kurang lebih gini "... Ya namanya ban serep memang selalu ditaro di belakang". Diq yang menyayangi dan peduli dengan teman-temannya ini gak mungkin berdiam diri dong baca status temennya begitu. Pancing dikit lah dengan kalimat "ya ampun statusnya. Huahahha"; lalu bergulir lah curhatan demi curhatannya soal hubungan-spesial-pake-empat-telor-dan-dua-pisangnya dengan seorang lelaki beristri. Ya karena ini blog gay, pasti lah temenku yg menjalin hubungan dengan lelaki beristri itu juga laki jenis kelaminnya. Inti dari curhatannya ya itu, suka-duka menjadi yg kedua.

Kalo ditanya pendapatku pribadi soal kencan mengencani pria beristri.... Oooohhh aku bingung. Bingung harus berdiri di partai yang mana. Partai yang pro atau partai ya kontra.

Yang bikin pro: 
  1. Pria-pria ganteng beristri itu keseksiannya berlipat memang. Misal pas belum kawin nilai keseksiannya cuma 100, pas udah punya anak bini aura kegantengan dan keseksiannya jadi bernilai 1.000.000. Siapa yang bisa tahan coba ngeliat cowok seksi? Pingin buru-buru ngegigit rasanya, ya kan? Tapi inget ya, bapaknya Ayu Ting-Ting gak aku kategorikan sebagai homo beristri yang hot! Ya kalo kalian merasa dia hot sih ya monggo-monggo aja. 
  2. Sifat kebapakannya. Ouughh lala. Bagi kita, homo-homo yang suka diemong dan dimanja-manja, ngeliat suami orang itu rasanya kayak ngeliat sosok yang sempurna buat melegakan dahaga akan kasih sayang. Seperti ngeliat air mancur di saat tenggorokan kita kering kerontang. Pingin rasanya buru-buru menghampiri dan menyedot airnya. Ya meski faktanya gak semua yg udah kawin itu mau ngemong kita-kita ini. Gak sedikit malah laki beristri yg minta diemong sama laki-laki lain, lebih manja, dan lebih pingin diperhatiin lantaran di rumah dia yg berkewajiban buat manjain anak bininya. Yang tipe begini mah buat mu dan keluargamu aja. Aku ogah. 
  3. Kadang namanya perasaan sih ya. Kita suka ngga ngeliat dia itu single ato ngga. Perjaka atau duda, atau pria beristri. Tapi di saat kita suka, dia tipe kita banget, ya mau gimana. Selama dia belum punya pacar laki, baru punya bini, ya gak masalah dipikirnya. Ibarat kata pelengkap hidupnya lah ya. Biar balance. Hahahha.... (ngaco ih)
  4. Hobi. Beberapa orang emang hobinya cuma mau ngerebut suami orang lalu saat udah dapet dan rumah tangga si laki porak poranda, udah deh kita tinggalin si laki ini begitu aja. Kepuasan bathin terpenuhi maksimal kalo udah berhasil rasanya. Berhasil membuat si laki menyesal dan berhasil membuat si isteri merana. Yah perumpamaannya kayak bulimia gitu lho. Sengaja lahap makan-makanan enak, pas udah makanannya merasa berguna di dalem perut, eh kita muntahin lagi itu makanan. Kita ngelakuinnya kan demi kepuasan kita, gak mikirin gimana sedihnya si makanan itu. (Eh yoloooo ada ngga sih yg alesannya begini? Ato cuma aku doang yg punya sifat begini? LOL.... Becanda ding. I'm not that mean lho. Aku pria kampung baik-baik yang tak mengenal perbuatan licik dan biadab seperti ini). Anyway perumpamaannya nyambung gak sih? Kalo ngga nyambung ya harap dimalkumi lah ya. Dari kampung soalnya. IPK juga segitu-gitu aja

Yang bikin kontra

  1. Dijadiin ban serep. Ya kayak tadi yang ditulis di status bbm-nya temenku itu. Mau ngga sih ngana-ngana ini dijadiin ban serep di sebuah hubungan, yg cuma ditaro di belakang? Mau gak mau, sadar gak sadar, menjalin hubungan dengan suaminya orang itu kudu siap dinomer sekiankan. Jangan ngarep dijadiin nomer satu. Ditempatkan di nomer dua aja untung-untungan. Dia lebih ngutamain si keluarganya lah ya pastinya. Anaknya, kemudian istrinya, kemudian bapak-emaknya, pakde-budhenya, embah-nya, buyutnya, nah berikutnya baru kita - selingkuhannya-. Ha? Kita??? Aku sih ngga ya...Dulu si koko pernah nanya, gimana kelanjutan hubungan kami jikalau suatu hari nanti dia memutuskan kawin sama perempuan. Waktu itu aku jawab, aku gak bisa melanjutkan hubungan ini kalo dia menikah dan berkeluarga. Ya gimana, dia single aja ketemunya seminggu sekali ada dua kali, itu pun kalo dia lagi gak sibuk. Gimana kalo dia kawin coba? Satu semester bakalan cuma ketemu sekali kayaknya. Kayak jadwal rekon BMN. Merena ngga sih akunya?
  2. Dosa dan Karma. (Ya ampun ngeri ya bo' bahasannya tentang dosa dan karma). Ini sih kata si Mbakyu-Gina-Nista-Yang-Kekeh-Pingin-Ditambahin-Huruf-N-Di-Belakang-Namanya. Dia selalu menggebu-gebu kalo ngebahas soal mencintai suami orang. Doski pernah ter-suck-it-il soalnya. Korban diselingkuhi pacar (bukan suami). Menurut dia, selingkuhan, perebut suami orang adalah tindakan yang gak oke. Egois dan ngga memikirkan orang lain. Yang dipikirkan hanyalah kebahagiaan dia sendiri. Dari kacamata si mbakyu ini, kita sebagai selingkuhan, penikmat suami orang, kudunya berempati. Gimana sakitnya seandainya kita di posisi si istri, gimana sakitnya jikalau kita di posisi sang anak yg bapaknya berselingkuh. Sakit kan? Ya kalo tau sakit kenapa kita masih tega menyakiti? Selalu akan ada karma bagi para selingkuhan. (Again, itu kata dia lho ya. Aku sih cuma nulis aja di sini. Kalo itu pendapatku, takut aku dilempar kaca suruh ngaca). Tapi ngga cuma cewek sih yang mikir begini. Banyak kok gay-gay di luaran sana yg aku kenal yg berpedoman hidup begini juga.


Bingung kan mau berdiri di partai pro atau partai kontra?! Iya, pacaran sama pria beristri itu ya ada enak ada ngga nya sih. Enaknya ya enak anuuu..... Ngga enaknya ya ngga enak ituuu.... Tapi kadang kita gak bisa memaksakan juga pilihan orang-orang. Yang tetep kekeuh mau cari pria beristri lagi ya silahkan. Buktinya temenku yg itu, dia udah ngerasa gak enaknya gimana menjalin hubungan dengan pria beristri, tapi masih istiqomah di jalur penikmat suami orang. Ya karena katanya lebih doyannya sama laki orang. Gimana coba? Nanti kalo semua kontra juga, siapa yg jadi pacar suami-suami bisex? Kan kasian juga suami-suami bisex itu.

Kalo aku sih mungkin berdiri di tengah-tengah aja kali ya. Biar adil gini aja prinsipnya.
Lelaki beristeri.
Cuma enak buat ditiduri.
Tapi gak begitu enak buat dipacari.


LOL. SESAAAAAAAATTTT.....